Selasa, 24 April 2012

Askep KET


Asuhan Keperawatan Kehamilan Ektopik Terganggu ( K E T )
Definisi :
kehamilan ektopik adalah kehamilan di tempat yang luar biasa (tdk di cavum uteri) / kehamilan extra uterin

Kehamilan ektopik ialah suatu kehamilan yang berbahaya bagi wanita yang bersangkutan berhubungan dengan besarnya kemungkinan terjadi keadaan yang gawat keadaan yang gawat ini dapat terjadi apabila kehamalan ektopik terganggu. Kehamilan ektopik terganggu merupakan peristiwa yang dapat di hadapi oleh setiap dokter, karna sangat beragamnya gambaran klinik kehamilan ektopik terganggu itu. Hal yang perlu di ingat ialah, bahwa pada setiap wanita dalam masa produksi dengan gangguan atau keterlambatan haid yang di sertai dengan nyeri perut bagian bawah, perlu dipikirkan kehamilan ektopik terganggu.

 Pengertian

Menurut Buku Obatetri Patologi Universitas Pajadjaran Bandung, 1984


Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan ovum yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium kavum uteri, kehamilan ektopik dapat terjadi di luar rahim misalnya dalam tuba, ovarium atau rongga perut. Tetapi dapat juga terjadi di dalam rahim di tempat yang luar biasa misalnya dengan servik atau dalam tanduk rudimeter rahim.

 Penyebab

Menurut Sarwono Prawirohardjo, Buku Ilmu Kebidanan (1976) dan Ilmu Kandungan 1989 adalah

Penyebab kehamilan ektopik banyak diselidiki, tetapi sebagian besar penyebabnya tidak di ketahui, tiap kehamilan dimulai dengan pembuahan telur di bagian ampula tuba dan di dalam perjalanan ke uterus terus mengalami hambatan sehingga pada saat nidasi masaih di tuba.

Menurut Sarwono Prawirohardjo, Buku Ilmu Kebidanan (1976)

Di antara sebab-sebab yang menghambat perjalanan ovum ke uterus sehingga mengadakan implantasi di tuba:

a. Migratio Externa adalah perjalanan telur panjang terbentuk trofoblast sebelum telur ada cavum uteri.

b. Pada hipoplasia lumen tuba sempit dan berkelok-kelok dan hal ini sering di sertai gangguan fungsi silia endosalping.

c. Operasi plastic tuba dan sterilisasi yang tak sempurna dapat menjadi sebab lumen tuba menyempit

d. Bekas radang pada tuba: disini radang menyebabkan perubahan pada endosalping sehingga walaupun fertilisasi masih dapat terjadi gerakan ovum ke uterus lambat.

e. Kelainan bawaan pada tuba, antara lain difertikulum, tuba sangat panjang dsb.

f. Gangguan fisilogis tuba karna pengaruh hormonal, perlekatan perituba. Tumor yang menekan dinding tuba dapat menyempitkan lumen tubuh.

g. Abortus buatan.

D. Patologi

Menurut Sarwono Prawirohardjo, , Buku Ilmu Kebidanan (1976).

Proses implantasi ovum yang dibuahi, yang terjadi di tuba pada dasarnya sama dengan di kavum uteri. Telur di tuba bernidasi secara kolumner atau inter kolumner. Pada yang pertama telur berimplantasi pada ujung atau sisi jonjot endosalping.

Perkembangan telur selanjutnya di batasi oleh kurangnya vaskularisasi dan biasanya telur mati secara dini dan kemudian di resorbsi.

Mengenai nasib kehamilan dalam tuba terdapat beberapa kemungkinan, karena tuba bukan tempat untuk pertumbuhan hasil konsepsi, tidak mungkin janin tumbuh secara utuh seperti dalam uterus. Sebagian besar kehamilan tuba terganggu pada umur kehamilan antara 6 sampai 10 minggu.

1. Hasil konsepsi mati dini dan diresorbsi

Ovum mati dan kemudian diresorbsi, dalam hal ini sering kali adanya kehamilan tidak di ketahui, dan perdarahan dari uterus yang timbul sesudah meninggalnya ovum, di anggap sebagai haid yang datangnya agak terlambat.

2. Abortus ke dalam lumen tuba

Trofoblast dan villus korialisnya menembus lapisan pseudokapsularis, dan menyebabkan timbulnya perdarahan dalam lumen tuba. Darah itu menyebabkan pembesaran tuba (hematosalping) dan dapat pula mengalir terus ke rongga peritoneum, berkumpul di kavum Douglasi dan menyebabkan hematokele retrouterina.

3. Ruptur dinding tuba

Ruptur tuba sering terjadi bila ovum berimplantasi pada ismus dan biasanya pada kehamilan muda. Sebaliknya ruptur pada pars interstialis terjadi pada kehamilan yang lebih lanjut. Faktor utama yang menyebabkan ruptur ialah penembusan villi koriales ke dalam lapisan muskularis tuba terus ke peritoneum.



Tempat tjd KET

Tuba
Ovarium atau rongga perut
Cervix
Pars interstitialis tubae/ dlm tanduk rudimenter rahim
Insiden
Banyak terjadi di dalam tuba (mg VI s/d XII)
Amerika = 1 : 150 persalinan
Insiden dipengaruhi faktor sosial dari gol. Rendah + infeksi GO ok berobat kurang

Etiologi

Hambatan perjalanan telur ke dalam cavum uteri, o.k :
salpingitis chronic, kelainan kongenital tuba, tumor yg menekan tuba, perlekatan tuba dgn sekitar, migratio externa
2. Tuba yang panjang, ex : hypoplasia uteri
3. Nidasi lbh cepat dan mudah, o.k : endometrium yang ektopil di dalam tuba, shg tjd :kehimalan ampuler, isthmik, interstitiil.
KET rahim tetap membesar karena hipertrofi otot2 o.k pengaruh hormon dari trofoblas.
Berakhirnya kehamilan ada 2 cara :

Abortus Tuber
Ruptur Tuba
Abortus Tuber
Telur membesar
Menembus endosalpinx
Masuk ke liang tuba
Keluar ke infundibulum
Akibat yang ditimbulkan dari abortus tuber :
Perdarahan cavum douglas
Haematocele retrourina
Haematosalpinx
Ruptur Tuba
Telur tembus ke lap. Otot tuba
Cavum peritonium
Luka ddg tuba + perdarahan rongga abdomen
Akibat yang ditimbulkan dari ruptur tuba :
Telur mati
Telur hidup kehamilan abdominal
Gejala KET
Amenorhea sekonyong2 nyeri perut ka/ki
Pusing tidak sadar
Perdarahan pervag. Sedikit2
Pucat & syock o.k hypovolaemia
Perut tegang dan VT sgt nyeri
Pembesaran uterus
Tumor dlm rongga panggul
Ggn kencing inkontinensia uri
Perub. darah
Diferential diagnosis
Salpingitis
Abortus
Perdarahan o.k kista folikel/corpus luteum pecah
Diagnostik KET
Reaksi Galli Mainini
Douglas punksi dg tanda : darah merah tua, tdk membeku stlh dihisap, ada stolsel
Pitocin test
Sondage Ro Foto
Hysterografi dgn lipidol
Terapi
Operatif

Askep KET
Pengkajian :Biodata, KU, RPS, RPMsL, Status Obgin, R/Kesh klg, dll
Px/ Fisik
Px/ Ginekologi : VT dan RT
Px/ Lab : Hb, Test gravid (+), kuldosintesis, USG, Laparatoskopi

Dx/ Kep KET
Ggn pemenuhan keb. Cairan tubuh b/d perdarahan
Ggn rasa nyaman (nyeri) b/d pembesaran buah kehamilan extrauterin
Resiko shock b/d perdarahan hebat
Ggn psikologis (cemas) b/d krg penget. Ttg kesuburan yg mengancam
1.      GGn pemenuhan keb. Cairan tubuh b/d perdarahan

Intervensi :
Kaji perdarahan (juml, warna, gumpalan)
Cek. Hb.
Anjurkan banyak minum
Anjurkan Bed rest
Kolab. Dgn tim medis : transfusi drh
2. Ggn rasa nyaman (nyeri) b/d pembesaran buah kehamilan extrauterin

Intervensi :
Kaji tingkat nyeri klien
Durasi, lokasi, frekw, jenis nyeri (akut, kronik, mendadak, terus2)
Cipt. Lingk. Yg nyaman
Ajarkan tehnik relaxasi dan distraksi
Kompres dingin
Posisi yg nyaman
Kolab. Dg tim medis : analgetik
3. Resiko shock hypovolemik b/d perdarahan hebat

Intervensi :
Monitor vital sign
Kaji perdarahan
Cek Hb.
Pasang infus
Check gol. Drh
Kolab. Dgn tim medis : transfusi darah
Obs. Tanda shock
4. Ggn psikologis (cemas) b/d krg penget. Ttg kesuburan yg mengancam

Intervensi :
Kaji tkt kecemasan
Kaji tkt penget.
Ajari pasien untuk lbh terbuka
Beri penjelasan ttg proses peny.
Anjurkan klg untuk memberi support system











Askep Pada  Ibu Hamil Dengan Kehamilan Ektopik Terganggu ( KET )



Di susun oleh :
1.Hery Pranoto
2.Niken Sulistyawati
3.Hikmahtun Munawaroh
4.Irma Dwi A
5.Khayati Pramularsih
6.Dewi Artikasari
7.Hardiani Dwi R

                                PRODI DIII KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG
2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar